Teknologi Dalam Musik

Posted on

at maju dengan adanya teknologi yang terus berkembang. Tidak bisa dipungkiri bahwa hampir semua aspek kehidupan telah dipengaruhi dengan perkembangan teknologi, dan musik adalah salah satu bidang yang sedikit banyak perkembangannya dipengaruhi oleh teknologi. Jika berbicara mengenai hubungan antara musik dengan teknologi, sudah dapat dipastikan bahwa ada banyak perubahan besar yang terjadi akibat perkembangan teknologi.

Mau tidak mau kita harus mengakui bahwa musik dan teknologi saat ini tidak dapat dipisahkan. Walaupun begitu, jika kita membicarakan musik klasik, maka tidak terlalu signifikan perubahan yang terjadi diakibatkan oleh perkembangan teknologi. Bisa dikatakan bahwa musik klasik sangat menekankan pada “keaslian” sumber bunyi, yang dalam hal ini adalah alat musik itu sendiri. Maka bisa saya katakan “adalah sebuah kegilaan” apabila di dalam sebuah konser piano klasik, yang memainkan karya-karya Bach, Chopin, dan Beethoven, sang performer tiba-tiba menggunakan piano elektrik atau keyboard. Memang benar bahwa pengaruh teknologi dapat kita rasakan, melalui banyaknya perkembangan instrumen musik yang dimainkan, seperti pada saat ini sudah ada biola elektrik, gitar elektrik, dan synthesizer. Walaupun begitu, tetap sedikit sekali pengaruh teknologi yang bisa dirasakan di dalam dunia musik klasik. Jika kita menghadiri sebuah pertunjukkan musik klasik, dapat dikatakan bahwa peran teknologi dalam sebuah konser memang tidak terlalu signifikan. Pemain-pemain instrumen musik klasik sudah terbiasa memainkan sebuah karya tanpa menggunakan microphone sebagai pengeras suara. Saya yakin tanpa adanya persiapan khusus, seorang penyanyi seriosa akan sangat canggung ketika harus bernyanyi menggunakan microphone. Para musisi klasik sudah terbiasa mengandalkan akustik ruangan konser dalam memainkan sebuah lagu, tentunya diimbangi dengan keterampilan yang dimiliki masing-masing musisi klasik. Jadi, seorang penyanyi seriosa pada dasarnya sudah tidak membutuhkan microphone, karena “power” yang dimiliki sang vokalis sudah sangat besar.
Satu contoh penggunaan teknologi di dalam musik klasik yang dapat kita lihat, adalah adanya microphone yang digunakan untuk merekam sebuah konser, namun dapat dikatakan hal ini juga jarang dilakukan. Walaupun demikan, sadar tidak sadar tetap saja teknologi telah mempengaruhi perkembangan musik klasik. Bukan hanya digunakan  untuk merekam sebuah konser, namun pada akhirnya dengan adanya teknologi terjadilah proses rekaman musik klasik, rekaman khusus yang dilakukan di studio. Terbukti dengan bantuan teknologi Gramaphone, sebuah label musik yang fokus dalam produksi musik klasik sejak 1923, telah menghasilkan rekaman – rekaman musik klasik terbaik dunia.

Beralih pada musik di luar klasik atau non-klasik. Jika kita membicarakan musik non-klasik, maka mau tidak mau kita akan membicarakan teknologi. Tidak sulit mencari contoh peran teknologi dalam musik non-klasik. Contoh paling mudah adalah gitar listrik. Tentu saja instrumen ini saja sudah menjadi contoh penggunaan teknologi, karena gitar listrik adalah hasil pengembangan gitar akustik yang dimulai pada tahun 1930-an. Belum lagi dengan adanya pemstomp box buatan amplifier, yang memang “wajib ada” jika ingin memainkan gitar listrik.

Belum berhenti disitu saja. Kita tahu bahwa kualitas suara gitar listrik sangat dipengaruhi oleh “efek-efek” yang digunakan, disamping cara bermain masing-masing player. Kemunculan efek gitar atau stomp box saja sudah merupakan contoh pengembangan teknologi dalam musik, dari yang hanya diawali dengan efek distorsi hingga berbagai jenis efek saat ini. Kita tidak boleh lupa bahwa hal-hal ini sangat penting bagi pemain-pemain yang baru mendalami gitar listrik untuk mempelajari penggunaan amplifier yang baik dan benar dan bagaimana memaksimalkan amplifier yang ada. Belum lagi pemain pun harus mempelajari guna masing-masing stomp box, mendapatkan suara atau sound yang paling baik, dan mempelajari membuat set up efek yang tentunya berbeda antara satu gitaris dengan gitaris lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemain gitar. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan gitar listrik tidak bisa dilepaskan dengan perkembangan teknologi.

Kita belum melihat dari instrumen lain seperti bass elektrik atau keyboard yang mau tidak mau juga membicarakan teknologi. Sudah tidak lazim jika dalam sebuah pendidikan atau “les” seperti pada gitar listrik menggunakan musik yang sudah jadi dalam latihan atau yang sering disebut dengan minus one. Dulu minus one biasanya diambil dari kaset atau CD yang sudah jadi kemudian dimainkan untuk mengiringi sang gitaris atau bassist ketika latihan dalam sebuah kelas “les.” Namun sekarang sudah dapat dikatakan bahwa cara itu ketinggalan jaman. Sekarang guru dapat dengan mudah membuat minus one sendiri. Hanya dengan menggunakan software seperti contohnya Band In Box, guru pun dapat dengan mudah membuat sebuah minus one lengkap dengan drum, keyboard, gitar, dan bass selayaknya band, serta dapat ditambahkan instrumen-instrumen lainnya. Semua itu dapat dilakukan dengan waktu yang sangat singkat. Terbukti bahwateknologi dan pendidikan musik saat ini sangat berhubungan satu sama lain.

Software-software musik pun mulai bermunculan, memudahkan kerja para musisi. Bahkan pada saat ini, sudah ada beberapa sekolah yang khusus mengajarkan software musik di Indonesia. Jadi bisa dikatakan bahwa teknologi di dalam musik pun menjadi salah satu bahan pendidikan, disamping instrumen-instrumen musik yang ada. Pendidikan musik bukan hanya mempelajari teknik memainkan piano yang benar, menggunakan efek gitar listrik yang baik, atau memepelajari sound bass yang baik, namun juga mempelajari software-software yang membantu kerja musisi. Software musik pada saat ini sudah sangat banyak jenisnya, mulai untuk recording, editing suara bahkan efek gitar listrik. Memang ada sisi negatif dengan adanya perkembangan teknologi musik saat ini hingga ada yang mengatakan bahwa beberapa tahun ke depan, tidak perlu ahli dalam memainkan alat musik, karena komputer bisa memainkannya. Namun tidak ada salahnya untuk mempelajari teknologi musik disamping kita mempelajari instrumen kita masing-masing.

 

 

Tinggalkan komentar